Apa yang kamu sebut cinta terkadang bisa jadi apa yang mereka sebut sebagai benci, bukankah keduanya hanya bersebelahan antara huruf B dan C, begitu dekat, namun kadang sengaja kita abaikan. Makanya, jika setelah mencintai kamu malah merasa membenci, jangan heran, karena kedua hal itu benar - benar dekat sehingga terkadang sulit dibedakan. Aku bahkan pernah membenci sekaligus mencitai orang yang sama, mungkin saja bukan hanya aku tapi banyak orang yang pernah merasa demikian. Tidak adil bukan? memfokuskan perasaan yang cukup berbeda pada orang sama. Seperti ada yang mengganjal di sana, di satu sisi aku ingin menjaga namun di sisi lain aku senang jika terjadi sesuatu padanya, memang rumit jika dipikirkan terlebih dalam lagi.
Aku pikir semua hal di dunia ini memang selalu berdekatan, sayangnya memang seperti itu. Bahkan ketika kamu merasa begitu berjarak dengan orang yang kamu sayangi, kamu terkadang merasa begitu sepi tanpanya, namun sedikit saja kamu membayangkannya itu malah bisa membuat hatimu menjadi hangat. Dan aku malah sering berpikir, kenapa harus ada rindu setelah tidak bertemu? Pula kenapa harus ada perpisahan setelah dipertemukan? Jika bahkan berjarak malah menjadi beban yang begitu berat, jika menjadi sepi malah menjadi hal yang sangat menyebalkan. Padahal jawabannya ada pada dirimu sendiri, rindu itu semestinya harus dihadapi, jika kamu tidak bisa bertemu, apa salahnya menjemputnya melalui doa - doamu, apa salahnya menjemputnya dengan memejamkan matamu sejenak lalu membayangkannya ada dihadapanmu, kurasa itu benar - benar menyenangkan, sedangkan alasan seseorang yang menjalin hubungan dengan berjarak seringnya gagal karena selalu ada masalah didalamnya. Bukankah masalahnya hanya satu, yaitu jarak, kenapa malah diperpanjang lagi dengan semua ketidakpercayaan pada pasanganmu itu, bahkan mereka yang dekatpun bisa menghianati, mengapa begitu ragu dengan yang berjarak, masalah berkhianat sendiri bukanlah masalah antara jarak yang jauh atau dekat, ini semua sungguh tergantung pada pemikiranmu saja. Jika kamu tidak percaya ya hubungi, jika ia sulit dihubungi ya beri waktu, apa salahnya menunggu, bukankah kamu memang terbiasa menunggu ketika kalian belum dipersatukan, kalian saling menunggu untuk bertemu, kalian saling menunggu untuk bersama, kalian saling menunggu untuk satu sama lain berani jujur pada perasaannya. Lalu, mengapa begitu sulit untuk menunggu dan sedikit meredakan rindumu itu untuk bertemu nantinya. mengapa begitu sulit untuk percaya pada orang yang bahkan kamu percayai untuk kamu tunggu hingga sekarang ini.
Semua masalahnya ada pada hatimu, ada pada pikiranmu, dan ada pada dirimu. Jangan pernah salahkan pasanganmu jika ada yang salah, bukankah kalian bersama untuk saling memperbaiki, tapi kenapa malah saling meyalahkan. Lalu apa makna yang bisa kalian ambil jika siklus hubungan seperti itu malah terus berulang? Coba tanyakan pada hatimu sendiri, apakah pasanganmu benar - benar melakukan kesalahan yang cukup besar sehingga kalian bisa bertengkar, apakah hanya dirimu sendiri yang salah sehingga kamu merasa perlu melampiaskannya pada kekasihmu itu? Aku pikir inti dari adanya hubungan adalah untuk saling percaya, untuk saling mengikat, untuk saling mengerti, untuk saling memperbaiki, dan untuk saling menjaga. Menjaga apa yang perlu kau jaga, jika waktu merasa membuatmu lupa caranya bertahan, coba tanyakan hatimu, kenapa kamu dulu memilihnya untuk bersamamu, mungkin akan ada alasan yang cukup kuat bagimu untuk berusaha bertahan lagi.
Aku pikir semua hal di dunia ini memang selalu berdekatan, sayangnya memang seperti itu. Bahkan ketika kamu merasa begitu berjarak dengan orang yang kamu sayangi, kamu terkadang merasa begitu sepi tanpanya, namun sedikit saja kamu membayangkannya itu malah bisa membuat hatimu menjadi hangat. Dan aku malah sering berpikir, kenapa harus ada rindu setelah tidak bertemu? Pula kenapa harus ada perpisahan setelah dipertemukan? Jika bahkan berjarak malah menjadi beban yang begitu berat, jika menjadi sepi malah menjadi hal yang sangat menyebalkan. Padahal jawabannya ada pada dirimu sendiri, rindu itu semestinya harus dihadapi, jika kamu tidak bisa bertemu, apa salahnya menjemputnya melalui doa - doamu, apa salahnya menjemputnya dengan memejamkan matamu sejenak lalu membayangkannya ada dihadapanmu, kurasa itu benar - benar menyenangkan, sedangkan alasan seseorang yang menjalin hubungan dengan berjarak seringnya gagal karena selalu ada masalah didalamnya. Bukankah masalahnya hanya satu, yaitu jarak, kenapa malah diperpanjang lagi dengan semua ketidakpercayaan pada pasanganmu itu, bahkan mereka yang dekatpun bisa menghianati, mengapa begitu ragu dengan yang berjarak, masalah berkhianat sendiri bukanlah masalah antara jarak yang jauh atau dekat, ini semua sungguh tergantung pada pemikiranmu saja. Jika kamu tidak percaya ya hubungi, jika ia sulit dihubungi ya beri waktu, apa salahnya menunggu, bukankah kamu memang terbiasa menunggu ketika kalian belum dipersatukan, kalian saling menunggu untuk bertemu, kalian saling menunggu untuk bersama, kalian saling menunggu untuk satu sama lain berani jujur pada perasaannya. Lalu, mengapa begitu sulit untuk menunggu dan sedikit meredakan rindumu itu untuk bertemu nantinya. mengapa begitu sulit untuk percaya pada orang yang bahkan kamu percayai untuk kamu tunggu hingga sekarang ini.
Semua masalahnya ada pada hatimu, ada pada pikiranmu, dan ada pada dirimu. Jangan pernah salahkan pasanganmu jika ada yang salah, bukankah kalian bersama untuk saling memperbaiki, tapi kenapa malah saling meyalahkan. Lalu apa makna yang bisa kalian ambil jika siklus hubungan seperti itu malah terus berulang? Coba tanyakan pada hatimu sendiri, apakah pasanganmu benar - benar melakukan kesalahan yang cukup besar sehingga kalian bisa bertengkar, apakah hanya dirimu sendiri yang salah sehingga kamu merasa perlu melampiaskannya pada kekasihmu itu? Aku pikir inti dari adanya hubungan adalah untuk saling percaya, untuk saling mengikat, untuk saling mengerti, untuk saling memperbaiki, dan untuk saling menjaga. Menjaga apa yang perlu kau jaga, jika waktu merasa membuatmu lupa caranya bertahan, coba tanyakan hatimu, kenapa kamu dulu memilihnya untuk bersamamu, mungkin akan ada alasan yang cukup kuat bagimu untuk berusaha bertahan lagi.
0 Komentar